Bumi tempat saya berpijak berganti latar. Sebenarnya udah lama sekali mau ngeblog, cuap-cuap diakun baru, pamer kalo saya udah gak ada di rumah lagi, udah gak ada di kasur saya yang empuk lagi, bukan lagi di comfort zone saya alias di bawah
Di manakah saya?
di wisma lamban muli tercinta! kos saya yang viewnya ndeso banget. masih ada kumbang hitam yang cuma ditemuin di jepang! *seriusannnn* kos saya yang ada aliran sungai cisadane di depannya. kos saya yang rame sama bapak" mancing mania. STRIKEEEEE! omaigat saya bahagia di sini! Blessings banget bisa dapet kos yang luar biasa ajaib di tengah" Bara yang luar biasa ajaib macetnya. Tuhan itu Baik. BAIKKKKKKK SEKALIIII!!!
Tapi saya bilang itu di kos! saya hanya merasa bahagia ketika di kos. tempat tujuan saya menuntut ilmu justru sebaliknya! di luar ekspektasi saya. entahlah, apa yang kurang hingga detik ini. saya belum bisa merasa bahagia ketika saya harus mandi siap-siap buat berangkat kuliah. saya belum merasa memiliki almamater baru saya. saya belum bisa enjoy menerima kuliah-kuliah saya.
Terbukti sekarang, di subuh dengan bau tanah basah ini, dari kos tercinta, saya streaming swaragama. sebuah radio yang adanya di jogja sana! yak, JOGJA! bukan kota ini atau kota terdekat yang sinyalnya nyampe lamban muli!
Saya rindu dengan dua kota yang mengisi hidup saya selama enam tahun belakangan ini. Solo, Jogja!
Dan saya rindu pula dengan semua suasana yang ada di sana. Njowonya, unggah ungguhnya.
"Semua didunia ini bisa ditolerir, tapi satu yang gak bisa ditoleriri. Kenyamanan."
Saya ingat ungkapan subuh" ini. Parahnya, seminggu lagi ujian dan saya belum bisa blend it meskipun di sisi kewajiban saya terhadap nilai-nilai saya. Analoginya, saya tidak bisa mengerjakan sesuatu kalau dari hukum mutlak kenyamanan gak bisa saya dapet dan saya masih mencari itu sampai sekarang. ya, saya pun tak tau kenapa, even itu diri saya yang tanya. T.T
Sedikit terseret suasana hati, gara" jogja, gara" UGM, mengingatkan saya dengan si glow in the dark. mengingatkan saya dengan hukum thermodinamikanya. mengingatkan saya dengan percakapan" konyol kami yang memang hanya kami dan tuhan yang tahu. Andai dia tahu bahwa aku 'sudah' paham maksut dari hukum thermodinamika duanya, andai saja saat itu aku tidak cukup bodoh untuk bilang "fisika gue B!" atau tidak cukup acuh untuk menganggap semuanya sekedar 'teman'. ya, gara" jogja dan gara" radio ini, gara" cerita almamater dia, gara" pak polisi dan pom bensin, gara" jogja dan saya kangennnnnnnnnn!
Conclusion-nya, emang selalu ada doa di setiap langkah saya untuk dua kota itu.
dan saya selalu bangga untuk bilang kalo:
"kulo tiang solo"
Bogor, Sincerely
Aci
Tidak ada komentar:
Posting Komentar